Logo SantriDigital

Menjelang hari raya qurban

Khutbah Jumat
M
M. Hamdi Mushlih
5 Mei 2026 5 menit baca 2 views

أَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، حَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ ...

أَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، حَبِيْبِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Kita berdiri di ambang sebuah bulan yang penuh keberkahan, di mana rindu untuk mendekat kepada Allah semakin membuncah di dada. Bulan Dzulhijjah, bulan yang di dalamnya terdapat hari-hari paling mulia dalam setahun, menanti kita. Di bulan ini, Allah SWT memanggil kita untuk merenungi kembali makna pengorbanan, ketaatan yang tulus, dan cinta yang tak terhingga kepada Sang Pencipta. Hari Raya Idul Adha, yang kita kenal sebagai Hari Raya Kurban, bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan sebuah panggilan ilahi untuk meresapi kembali kisah pengorbanan agung Nabi Ibrahim Alaihis Salam dan putranya yang tercinta, Ismail Alaihis Salam. Sebuah kisah yang membingkai puncak iman, di mana jiwa seorang ayah rela mengorbankan buah hatinya demi memenuhi perintah Allah. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Pengorbanan ini, saudaraku, bukanlah tentang berapa banyak darah yang tertumpah atau seberapa besar hewan yang kita sembelih. Esensi kurban adalah ketulusan niat, kerelaan hati untuk menyerahkan apa yang paling kita cintara demi meraih ridha-Nya. Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an: لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ "Daging dan darah hewan kurban itu tidak akan pernah sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu." (QS. Al-Hajj: 37) Mari kita renungkan, seberapa dalam ketakwaan yang telah kita pupuk dalam diri? Apakah diri ini telah siap untuk mengorbankan egonya, kesombongannya, keangkuhannya, atau bahkan cinta dunia yang telah membutakan hati? Kurban kita bukan hanya pada hewan semata, tetapi pada seluruh aspek kehidupan kita yang harus senantiasa tunduk dan patuh kepada perintah Allah. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Ketika kita memandang hewan kurban, mari kita lihat itu sebagai cerminan dari apa yang seringkali kita tahan dalam pengabdian kita kepada Allah. Seringkali, kita merasa sudah berkorban banyak, namun sesungguhnya, masih ada bisikan-bisikan dunia yang menahan kita untuk melangkah lebih jauh. Masih ada rasa sayang pada harta, waktu, dan kenyamanan yang enggan kita lepaskan demi ketaatan yang sempurna. Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan bergeser kaki anak Adam dari sisi Rabb-nya pada hari kiamat, sampai ia ditanya tentang lima perkara: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya apa yang ia amalkan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan, dan tentang —ru’yah- Rabb-nya (melihat Allah) pada hari kiamat." (HR. Tirmidzi) Pengorbanan di hari raya kurban ini adalah momentum untuk menata kembali prioritas kita. Apakah harta yang kita miliki sudah kita gunakan semata-mata untuk meraih keridhaan-Nya? Apakah waktu luang kita lebih banyak dihabiskan untuk hal-hal yang mendekatkan kita pada-Nya, atau malah menjauhkan? Marilah kita jadikan kurban tahun ini sebagai titik tolak perbaikan diri yang total. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Lihatlah api neraka yang siap menjilat siapa pun yang melampaui batas. Panasnya ribuan kali lipat dari panas api dunia. Bayangkan siksaannya yang pedih dan abadi. Allah Ta'ala berfirman: "Dan berhati-hatilah kamu terhadap suatu hari yang (pada hari itu) seseorang tidak dapat membela orang lain sedikit pun; dan (jika saja) tebusan dari padanya tidak diterima dan (jika saja) mereka tidak mendapat pertolongan." (QS. Al-Baqarah: 48) Sungguh, ketakutan kepada Allah adalah benteng terkokoh yang melindungi kita dari azab-Nya. Di saat yang bersamaan, Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sesungguhnya, Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri. Ia melapangkan rahmat-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang benar-benar memohon ampun. Dosa-dosa kita, sekecil apapun, dapat menjadi penghalang antara kita dengan surga-Nya yang indah. Taubat nasuha, taubat yang sebenar-benarnya, adalah kunci untuk membersihkan hati dan meraih ampunan-Nya. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Mari kita hadirkan air mata penyesalan di hadapan Allah. Air mata yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam. Bukankah Allah telah menjamin bagi kita, siapa pun yang bertaubat dan memperbaiki diri, niscaya Allah akan memberikan balasan yang terbaik? Ia akan menghapus dosa-dosa kita, melapangkan urusan kita, dan mengangkat derajat kita. Saat kita melihat saudara kita yang membutuhkan, ulurkan tangan kita. Sedekah, berbagi rezeki, mendermakan sebagian harta yang Allah titipkan kepada kita, adalah bentuk kurban yang bernilai di sisi-Nya. Sungguh, rahmat Allah itu teramat luas, dan cinta-Nya kepada hamba yang taat tak terhingga. Ia akan membalas setiap kebaikan dengan berlipat ganda, bahkan melebihi apa yang pernah kita bayangkan. Ya Allah, tuntunlah hati kami untuk senantiasa mencintai-Mu melebihi cinta kami pada dunia dan segala isinya. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah... Marilah kita menyambut hari raya kurban ini dengan hati yang penuh pengharapan dan rasa rindu pada rahmat Allah. Mari kita jadikan ini sebagai kesempatan emas untuk membersihkan diri dari segala dosa dan kesalahan. Bukankah Allah yang Maha Pengasih telah membuka pintu taubat-Nya seluas-luasnya? Bukankah surga telah dihias begitu indah untuk orang-orang yang bertakwa? "Dan tidak ada kehidupan dunia ini melainkan permainan dan senda gurau belaka. Dan sungguh, kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu berpikir?" (QS. Al-An'am: 32) Ingatlah, setiap helaan napas adalah kesempatan. Setiap detik yang terlewat adalah anugerah. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari ketika kesempatan itu telah sirna. Mari kita akhiri kealpaan kita. Mari kita raih kasih sayang Allah. Mari kita bersiap untuk bertemu dengan-Nya dalam keadaan husnul khatimah. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Bagikan artikel ini

Artikel Lainnya

Lihat semua →